Senin, 23 Mei 2022

Minyak Goreng Pemicu Utama Inflasi Riau April 2022

Pada April 2022, Riau mengalami inflasi sebesar 0,60 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,43. Inflasi Tahun Kalender (Januari - April) 2022 sebesar 2,48  persen dan inflasi Tahun Ke Tahun (April 2021 - April 2022) sebesar 3,68 persen.

Dari 3  kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi yaitu, Kota Pekanbaru sebesar 0,57 persen, Kota Dumai sebesar 0,74 persen dan Kota Tembilahan sebesar 0,55 persen.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok Perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,65 persen, diikuti oleh kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,87 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,78 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,77 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,58 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,49 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,48 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,47 persen, kelompok transportasi sebesar 0,44 persen dan kelompok pendidikan sebesar 0,04 persen. Sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,05 persen.

Komoditas yang memberikan andil peningkatan harga pada April 2022, antara lain: minyak goreng, rokok kretek filter, semen, bawang merah, ayam bakar, air kemasan, daging sapi, angkutan udara, sabun deterjen bubuk/cair dan udang basah. Sementara komoditas yang memberikan andil penurunan harga, antara lain: cabai merah, tomat, ikan tongkol, cabai rawit, tarif kendaraan roda 4 online, ikan nila, popok bayi/diapers, ikan gurame, wortel, dan beras.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, semua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 2,58 persen, diikuti oleh Kota Pangkal Pinang sebesar 1,82 persen, dan Kota Jambi sebesar 1,53 persen.

Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut: Dumai urutan ke-17, Pekanbaru urutan ke-19, dan Tembilahan urutan ke-20.






Selasa, 10 Agustus 2021

 Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1443 H 

Semoga tahun ini lebih baik, lebih bermakna, lebih Berasa dan lebih maju

Tetap bersyukur bagaimanapun keaadan kita

selalu memohon ampun kepada Allah


#Hijrah di masa Pandemi

#AyoLebihBaik 

#TahunBaruIslam1443H

#Malam1suro




Rabu, 30 Juni 2021

Perkembangan Indeks Harga Konsumen (Inflasi/Deflasi) Mei 2021

Bulan Mei 2021 kemarin, Riau mengalami inflasi sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,63. Inflasi Tahun Kalender (Januari - Mei 2021) sebesar 0,45 persen dan Inflasi Year on Year (Mei 2020 - Mei 2021) sebesar 1,82 persen.

Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, dua kota mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi yaitu, Kota Dumai sebesar 0,65 persen dan Kota Tembilahan sebesar 0,01 persen. Sedangkan Kota Pekanbaru mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya tujuh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,91 persen, diikuti kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,32 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,23 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,21 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen, kelompok transportasi sebesar 0,10 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen. Di sisi lain tiga kelompok mengalami deflasi yaitu, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,11 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar -0,09 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,04 persen. Sedangkan satu kelompok lainnya yaitu kelompok pendidikan relatif stabil dibanding bulan sebelumnya.

Komoditas yang memberikan andil kenaikan harga pada Mei 2021, antara lain: emas perhiasan, minyak goreng, bayam, kentang, ikan serai, tomat, daging ayam ras, telur ayam ras, wortel, jengkol, bawang merah, dll. Sementara komoditas yang memberikan andil penurunan harga, antara lain: cabai merah, cabai rawit, daging sapi, batu bata, cabai hijau, petai, dll.


Bagaimana dengan inflasi Juni besok.. mari kita tunggu, apakah akan semakin inflasi atau malah terbalik deflasi.. bagaimana perkembangan harga sampai semester I 2021 ini.

saksikan rilis inflasi BPS Provinsi Riau di channel youtube BPS Provinsi Riau Kamis 1 Juli 2021

https://www.youtube.com/channel/UCDv1DbLw-0xHCpHoFSBv7aw 

Rabu, 19 Agustus 2020

Tahun Baru Islam

Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1442 H 

Semoga tahun ini lebih baik, lebih bermakna, lebih Berasa dan lebih maju


#SensusPenduduk2020 

#MencatatIndonesia 

#AyoLebihBaik 

#TahunBaruIslam1442H

#Malam1suro





Rabu, 17 Juni 2020

Assalamu'alaykum wr. w.
 
Kabar gembira untuk #SobatPolstatSTIS 
 
PMB Politeknik Statistika STIS sudah dibuka, silahkan kunjungi hanya di portal resmi spmb.stis.ac.id
 
Ada pertanyaan terkait PMB Politeknik Statistika STIS, silahkan kunjungi https://helpdesk.stis.ac.id
 
Ayo pastikan baca keseluruhan pengumuman di portal resmi dan beberapa pertanyaan yang sering muncul melalui spmb.stis.ac.id/site/faq
 
Ayoo...tinggal seminggu lagi.. pendaftaran online 8-23 Juni 2020
 

Selasa, 15 Oktober 2019

Indikator Strategis BPS Provinsi Riau (Rilis 1 Oktober 2019)
 
Provinsi Riau pada bulan September 2019 mengalami deflasi sebesar -0,32 persen dengan IHK 140,57

Pada bulan September 2019, Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar -0,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 140,57. Dengan demikian Inflasi Tahun Kalender sebesar 2,84 persen, dan Inflasi Year on Year (September 2019 terhadap September 2018) sebesar 4,02 persen. Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua Kota mengalami deflasi yakni Kota Pekanbaru sebesar -0,23 persen, Kota Dumai sebesar -0,79 persen dan Kota Tembilahan sebesar -0,28 persen.
• Inflasi Riau pada bulan September 2019 sebesar -0,32 persen terjadi karena adanya penurunan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar -1,42 persen, diikuti kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yakni sebesar -0,04 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar -0,01 persen. Sedangkan empat kelompok lainnya mengalami inflasi yaitu kelompok sandang sebesar 0,31 persen , kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen.
• Komoditas yang memberikan andil terjadinya deflasi di Riau antara lain: cabai merah, bawang merah, tomat sayur, telur ayam ras, cabai rawit, buncis, ayam hidup, jeruk, cabe hijau, tomat buah dan lain-lain. Sementara itu komoditas yang memberi andil inflasi antara lain: pemeliharaan/ service, daging ayam ras, emas perhiasan, kentang, daging sapi, tarif gunting rambut pria, daun bawang, rampela hati ayam dan lain-lain.
• Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, sembilan belas kota mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar -1,94 persen, diikuti oleh Kota Medan sebesar -1,92 persen dan Kota Pematang Siantar sebesar -1,18 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar -0,11 persen.
• Di Indonesia, dari 82 kota yang menghitung IHK, tujuh puluh kota mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga
sebesar -1,94 persen, diikuti oleh Kota Medan sebesar -1,92 persen dan Kota Jayapura sebesar -1,26 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Surabaya sebesar -0,02 persen.

Pada bulan September 2019, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 95,39 atau naik sebesar 2,04 persen dibanding NTP Agustus 2019 sebesar 93,48. Nilai ekspor Riau Agustus 2019 sebesar US$ 1,01 miliar, mengalami penurunan sebesar 16,05 persen dibanding ekspor Juli 2019. Nilai impor Riau Agustus 2019 sebesar US$ 89,95 juta, mengalami penurunan sebesar 12,43 persen dibanding impor Juli 2019.



Senin, 30 September 2019

 HARI STATISTIK DAN SENSUS PENDUDUK 2020

Indonesia bukan hanya pulau dan sekadar gambar di peta.
Indonesia adalah rangkaian cerita yang ditulis oleh berbagai suku, budaya, dan bahasa.
Setiap penduduk ibarat huruf yang disusun untuk saling melengkapi cerita.
Tugas kami adalah mencatat dan mengabadikannya, sebagai bekal untuk kemajuan Indonesia.
Bantu kami #MencatatIndonesia dalam Sensus Penduduk 2020.

Selamat Hari Statistik Nasional Tahun 2019..
"Menuju Indonesia Maju dengan SDM dan Data yang Berkualitas"

#HSN2019
#SP2020
#MencatatIndonesia