Senin, 30 September 2019

 HARI STATISTIK DAN SENSUS PENDUDUK 2020

Indonesia bukan hanya pulau dan sekadar gambar di peta.
Indonesia adalah rangkaian cerita yang ditulis oleh berbagai suku, budaya, dan bahasa.
Setiap penduduk ibarat huruf yang disusun untuk saling melengkapi cerita.
Tugas kami adalah mencatat dan mengabadikannya, sebagai bekal untuk kemajuan Indonesia.
Bantu kami #MencatatIndonesia dalam Sensus Penduduk 2020.

Selamat Hari Statistik Nasional Tahun 2019..
"Menuju Indonesia Maju dengan SDM dan Data yang Berkualitas"

#HSN2019
#SP2020
#MencatatIndonesia








Senin, 09 September 2019

KELUARGA

Harta yang paling indah adalah keluarga

Menurut Wikipedia, Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Berdasar Undang-Undang 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Bab I pasal 1 ayat 6 pengertian Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri; atau suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda), atau ibu dan anaknya (janda).

Bersyukur kepada Allah SWT kita mempunyai keluarga yang hebat, saling menjaga dan saling menyanyangi. Jagalah keluarga kita dari siksaan api neraka di dunia sampai akhirat.

 
 
 
Indikator Strategis Agustus 2019
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau merilis beberapa indikator strategis terkini, yaitu Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Agustus 2019, Perkembangan Nilai Tukar Petani Agustus 2019, dan Perkembangan Ekspor Impor Juli 2019 (2/9).

Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Riau selengkapnya dapat diunduh di https://www.riau.bps.go.id/

#RilisBPS
#Inflasi
#MenujuSatuDataIndonesia
#DataMencerdaskanBangsa
#AyoLebihBaik



 

Provinsi Riau pada bulan Agustus 2019 mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan IHK 141,02


Pada bulan Agustus 2019, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 141,02. Dengan demikian Inflasi Tahun Kalender sebesar 3,16 persen, dan Inflasi Year on Year (Agustus 2019 terhadap Agustus 2018) sebesar 4,08 persen. Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, hanya Kota Pekanbaru yang mengalami inflasi yakni sebesar 0,36 persen. Sedangkan Kota Dumai dan Kota Tembilahan mengalami deflasi masing-masing sebesar -0,25 persen dan -0,33 persen.
• Inflasi Riau pada bulan Agustus 2019 sebesar 0,22 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang mengalami inflasi sebesar 1,38 persen, diikuti kelompok sandang yakni sebesar 0,94 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,48 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar -0,46 persen.
• Komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain: cabai merah, tarif sekolah dasar, emas perhiasan, buncis, tarif sekolah menengah pertama, semen, telur ayam ras, kentang, cabe hijau, cabe rawit dan lain-lain. Sementara itu komoditas yang memberi andil deflasi antara lain: bawang merah, daging ayam ras, angkutan udara, tomat sayur, bayam, ayam hidup, tomat buah, jeruk dan lain-lain.
• Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, delapan kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Metro sebesar 0,41 persen, diikuti oleh Kota Pekanbaru sebesar 0,36 persen dan Kota Medan sebesar 0,27 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,07 persen.
• Di Indonesia, dari 82 kota yang menghitung IHK, empat puluh empat kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Kudus sebesar 0,82 persen, diikuti Kota Manokwari sebesar 0,81 persen dan Kota Watampone sebesar 0,72 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Pare-pare sebesar 0,04 persen. Sementara deflasi terjadi di tiga puluh delapan kota dengan deflasi tertiggi di kota Bau-bau sebesar -2,10 persen.