Selasa, 15 Oktober 2019

Indikator Strategis BPS Provinsi Riau (Rilis 1 Oktober 2019)
 
Provinsi Riau pada bulan September 2019 mengalami deflasi sebesar -0,32 persen dengan IHK 140,57

Pada bulan September 2019, Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar -0,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 140,57. Dengan demikian Inflasi Tahun Kalender sebesar 2,84 persen, dan Inflasi Year on Year (September 2019 terhadap September 2018) sebesar 4,02 persen. Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua Kota mengalami deflasi yakni Kota Pekanbaru sebesar -0,23 persen, Kota Dumai sebesar -0,79 persen dan Kota Tembilahan sebesar -0,28 persen.
• Inflasi Riau pada bulan September 2019 sebesar -0,32 persen terjadi karena adanya penurunan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar -1,42 persen, diikuti kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yakni sebesar -0,04 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar -0,01 persen. Sedangkan empat kelompok lainnya mengalami inflasi yaitu kelompok sandang sebesar 0,31 persen , kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen.
• Komoditas yang memberikan andil terjadinya deflasi di Riau antara lain: cabai merah, bawang merah, tomat sayur, telur ayam ras, cabai rawit, buncis, ayam hidup, jeruk, cabe hijau, tomat buah dan lain-lain. Sementara itu komoditas yang memberi andil inflasi antara lain: pemeliharaan/ service, daging ayam ras, emas perhiasan, kentang, daging sapi, tarif gunting rambut pria, daun bawang, rampela hati ayam dan lain-lain.
• Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, sembilan belas kota mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar -1,94 persen, diikuti oleh Kota Medan sebesar -1,92 persen dan Kota Pematang Siantar sebesar -1,18 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar -0,11 persen.
• Di Indonesia, dari 82 kota yang menghitung IHK, tujuh puluh kota mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga
sebesar -1,94 persen, diikuti oleh Kota Medan sebesar -1,92 persen dan Kota Jayapura sebesar -1,26 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Surabaya sebesar -0,02 persen.

Pada bulan September 2019, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 95,39 atau naik sebesar 2,04 persen dibanding NTP Agustus 2019 sebesar 93,48. Nilai ekspor Riau Agustus 2019 sebesar US$ 1,01 miliar, mengalami penurunan sebesar 16,05 persen dibanding ekspor Juli 2019. Nilai impor Riau Agustus 2019 sebesar US$ 89,95 juta, mengalami penurunan sebesar 12,43 persen dibanding impor Juli 2019.



Senin, 30 September 2019

 HARI STATISTIK DAN SENSUS PENDUDUK 2020

Indonesia bukan hanya pulau dan sekadar gambar di peta.
Indonesia adalah rangkaian cerita yang ditulis oleh berbagai suku, budaya, dan bahasa.
Setiap penduduk ibarat huruf yang disusun untuk saling melengkapi cerita.
Tugas kami adalah mencatat dan mengabadikannya, sebagai bekal untuk kemajuan Indonesia.
Bantu kami #MencatatIndonesia dalam Sensus Penduduk 2020.

Selamat Hari Statistik Nasional Tahun 2019..
"Menuju Indonesia Maju dengan SDM dan Data yang Berkualitas"

#HSN2019
#SP2020
#MencatatIndonesia








Senin, 09 September 2019

KELUARGA

Harta yang paling indah adalah keluarga

Menurut Wikipedia, Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Berdasar Undang-Undang 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Bab I pasal 1 ayat 6 pengertian Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri; atau suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda), atau ibu dan anaknya (janda).

Bersyukur kepada Allah SWT kita mempunyai keluarga yang hebat, saling menjaga dan saling menyanyangi. Jagalah keluarga kita dari siksaan api neraka di dunia sampai akhirat.

 
 
 
Indikator Strategis Agustus 2019
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau merilis beberapa indikator strategis terkini, yaitu Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Agustus 2019, Perkembangan Nilai Tukar Petani Agustus 2019, dan Perkembangan Ekspor Impor Juli 2019 (2/9).

Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Riau selengkapnya dapat diunduh di https://www.riau.bps.go.id/

#RilisBPS
#Inflasi
#MenujuSatuDataIndonesia
#DataMencerdaskanBangsa
#AyoLebihBaik



 

Provinsi Riau pada bulan Agustus 2019 mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan IHK 141,02


Pada bulan Agustus 2019, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 141,02. Dengan demikian Inflasi Tahun Kalender sebesar 3,16 persen, dan Inflasi Year on Year (Agustus 2019 terhadap Agustus 2018) sebesar 4,08 persen. Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, hanya Kota Pekanbaru yang mengalami inflasi yakni sebesar 0,36 persen. Sedangkan Kota Dumai dan Kota Tembilahan mengalami deflasi masing-masing sebesar -0,25 persen dan -0,33 persen.
• Inflasi Riau pada bulan Agustus 2019 sebesar 0,22 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang mengalami inflasi sebesar 1,38 persen, diikuti kelompok sandang yakni sebesar 0,94 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,48 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar -0,46 persen.
• Komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain: cabai merah, tarif sekolah dasar, emas perhiasan, buncis, tarif sekolah menengah pertama, semen, telur ayam ras, kentang, cabe hijau, cabe rawit dan lain-lain. Sementara itu komoditas yang memberi andil deflasi antara lain: bawang merah, daging ayam ras, angkutan udara, tomat sayur, bayam, ayam hidup, tomat buah, jeruk dan lain-lain.
• Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, delapan kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Metro sebesar 0,41 persen, diikuti oleh Kota Pekanbaru sebesar 0,36 persen dan Kota Medan sebesar 0,27 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,07 persen.
• Di Indonesia, dari 82 kota yang menghitung IHK, empat puluh empat kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Kudus sebesar 0,82 persen, diikuti Kota Manokwari sebesar 0,81 persen dan Kota Watampone sebesar 0,72 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Pare-pare sebesar 0,04 persen. Sementara deflasi terjadi di tiga puluh delapan kota dengan deflasi tertiggi di kota Bau-bau sebesar -2,10 persen.




 

Jumat, 02 Agustus 2019

Indikator Strategis Juli 2019
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau merilis beberapa indikator strategis terkini, yaitu Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Juli 2019, Perkembangan Nilai Tukar Petani Juli 2019, Perkembangan Ekspor Impor Juni 2019, Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan II-2019, Kemiskinan dan Indeks Demokrasi Indonesia, (1/8).

Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Riau selengkapnya dapat diunduh di https://www.riau.bps.go.id/

#RilisBPS
#Inflasi
#MenujuSatuDataIndonesia
#DataMencerdaskanBangsa
#AyoLebihBaik




 



Senin, 01 Juli 2019


Provinsi Riau pada bulan Juni 2019 mengalami inflasi sebesar 1,20 persen dengan IHK 139,60

Pada bulan Juni 2019, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 1,20 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 139,60. Dengan demikian Inflasi Tahun Kalender sebesar 2,13 persen, dan Inflasi Year on Year (Juni 2019 terhadap Juni 2018) sebesar 3,41 persen. Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru sebesar 1,30 persen, Dumai sebesar 0,80 persen dan Tembilahan sebesar 0,89 persen.

Inflasi Riau pada bulan Juni 2019 sebesar 1,20 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 4,56 persen, diikuti kelompok sandang yakni sebesar 0,44 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,34 persen , kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,21 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,003 persen. Sedangkan dua kelompok lainnya mengalami deflasi, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar -0,01 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar -0,002 persen.

Komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain: cabai merah, cabe hijau, bawang merah, daging sapi, tomat sayur, emas perhiasan, angkutan udara, rokok kretek filter, ketimun, wortel dan lainlain. Sementara itu komoditas yang memberi andil deflasi antara lain bawang putih, daging ayam ras, pepaya, jengkol, udang basah, jeruk, petai dan lain-lain.
Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, dua puluh dua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 2,25 persen, diikuti oleh Kota Padangsidimpuan sebesar 1,79 persen dan Kota Medan sebesar 1,68 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Batam sebesar 0,24 persen.

Di Indonesia, dari 82 kota yang menghitung IHK, tujuh puluh enam kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 3,60 persen, diikuti Kota Kendari sebesar 2,55 persen dan Kota Sibolga sebesar 2,25 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Singaraja sebesar 0,02 persen. Sementara deflasi terjadi di enam kota dengan deflasi tertinggi di kota Tanjung Pandan sebesar -0,41 persen.



IKK Salah Satu Penentu DAU
"IKK (Indeks Kemahalan Kontruksi) merupakan indeks spasial, dibangun dari Survei Harga Kemahalan Konstruksi (SHKK). Rekonsiliasi ini menjadi ajang 'speak up', bertanya dan berdiskusi. Saatnya mencermati keterbandingan antarprovinsi," jelas Nurul Hasanudin, Direktur Statistik Harga BPS saat membuka “Rekonsiliasi Nasional Data IKK dan Pembinaan Kasi Statistik Harga Keuangan dan Harga Perdagangan Besar (HK dan HPB)”
IKK adalah suatu indeks yang menggambarkan tingkat perbandingan harga barang konstruksi antarwilayah. Penghitungan IKK sangat penting karena merupakan salah satu variabel penentu besaran Dana Alokasi Umum (DAU). IKK tergolong indeks spasial, yang berarti indeks yang dihitung berdasarkan wilayah dan menggunakan kota acuan sebagai dasar penghitungan indeksnya. Pada periode tertentu, kota yang menjadi acuan berbeda-beda. Tahun ini, Semarang menjadi kota acuan karena besaran indeks mendekati angka 100. Bila IKK suatu wilayah lebih dari 100, maka harga bahan konstruksi di wilayah tersebut tergolong tinggi dan sebaliknya, jika kurang dari 100, maka biaya konstruksi tergolong rendah.



Selasa, 11 Juni 2019

Provinsi Riau pada Mei 2019 mengalami inflasi sebesar 0,68 persen

Pada bulan Mei 2019, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 137,95. Dengan demikian Inflasi Tahun Kalender sebesar 0,92 persen, dan Inflasi Year on Year (Mei 2019 terhadap Mei 2018) sebesar 2,31 persen. Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru sebesar 0,56 persen, Dumai sebesar 1,05 persen dan Tembilahan sebesar 1,29 persen.

Inflasi Riau pada bulan Mei 2019 sebesar 0,68 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 2,13 persen, diikuti kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,64 persen, kelompok sandang sebesar 0,45 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,16 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen. Sedangkan dua kelompok lainnya mengalami deflasi, yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar -0,06 persen dan kelompok kesehatan sebesar -0,02 persen.

Komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain: cabai merah, kentang, bawang putih, angkutan udara, angkutan antar kota, pepaya, jeruk, petai, ikan mujair dan lain-lain. Sementara itu komoditas yang memberi andil deflasi antara lain daging sapi, bawang merah, ikan tongkol, beras, tomat sayur, tomat buah, televisi berwarna dan lain-lain.

Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, semua kota tersebut mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,78 persen, diikut oleh Kota Bungo sebesar 1,60 persen dan Kota Banda Aceh sebesar 1,48 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 0,21 persen.

Di Indonesia, dari 82 kota yang menghitung IHK, delapan puluh satu kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Kota Tual sebesar 2,91 persen, diikut Manado sebesar 2,60 persen dan Manokwari sebesar 2,25 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Kediri sebesar 0,05 persen. Sementara deflasi terjadi di satu kota yaitu kota Merauke sebesar -0,49 persen.

#RilisBPS
#Inflasi
#BRSInflasi


Sumber : BRS - BPS Provinsi Riau